Tampilkan postingan dengan label Virus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Virus. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Desember 2010

2 Bocah yang Mengidap Penyakit Vampire (Draculla)


Ini bukan kisah di film ‘Twilight’. Dua bersaudara Simon, 13, dan George, 11 mengidap sindroma aneh dengan karakter mirip vampir. Mereka memiliki gigi taring tajam dan selalu berusaha menghindari sinar matahari. Seperti dikutip dari laman Daily Mail, dua bocah asal Sudbury, Suffolk, ini menderita kelainan genetik yang dalam istilah medis dikenal sebagai Hypohidrotic Ectodermal Displasia. Diperkirakan hanya menimpa 7.000 orang di dunia.
Sejak kecil mereka mengidap penyakit Hypohidrotic Ectodermal Dysplasia (HED).

Jumat, 20 Agustus 2010

Penyebab Nyamuk Mengincar Manusia

Rumah panas biasanya menarik bagi nyamuk. Mungkin Anda tidak tahu apa penyebabnya. Tapi sebenarnya, ada banyak alasan mengapa nyamuk sangat tertarik pada manusia. Diantaranya sebagai berikut;
1. Pakaian berwarna gelap. Nyamuk telah  “diprogram” untuk berburu mamalia, yang cenderung gelap dan kulit ditumbuhi bulu, sehingga menurut ahli entomologi Grayson Brown, PhD. Dalam percobaan,  pekerja laboratorium Brown mengenakan pakaian warna putih. Terbukti, nyamuk tak begitu suka pada mereka.]

Minggu, 20 Juni 2010

Adakah Obat untuk HIV/AIDS Saat Ini?



AIDS merupakan penyakit yang paling ditakuti pada saat ini. HIV, virus yang menyebabkan penyakit ini, merusak sistem pertahanan tubuh (sistem imun), sehingga orang-orang yang menderita penyakit ini kemampuan untuk mempertahankan dirinya dari serangan penyakit menjadi berkurang. Seseorang yang positif mengidap HIV, belum tentu mengidap AIDS. Banyak kasus di mana seseorang positif mengidap HIV, tetapi tidak menjadi sakit dalam jangka waktu yang lama. Namun, HIV yang ada pada tubuh seseorang akan terus merusak sistem imun. Akibatnya, virus, jamur dan bakteri yang biasanya tidak berbahaya menjadi sangat berbahaya karena rusaknya sistem imun tubuh.
Karena ganasnya penyakit ini, maka berbagai usaha dilakukan untuk mengembangkan obat-obatan yang dapat mengatasinya. Pengobatan yang berkembang saat ini, targetnya adalah enzim-enzim yang dihasilkan oleh HIV dan diperlukan oleh virus tersebut untuk berkembang. Enzim-enzim ini dihambat dengan menggunakan inhibitor yang nantinya akan menghambat kerja enzim-enzim tersebut dan pada akhirnya akan menghambat pertumbuhan virus HIV.
HIV merupakan suatu virus yang material genetiknya adalah RNA (asam ribonukleat) yang dibungkus oleh suatu matriks yang sebagian besar terdiri atas protein. Untuk tumbuh, materi genetik ini perlu diubah menjadi DNA (asam deoksiribonukleat), diintegrasikan ke dalam DNA inang, dan selanjutnya mengalami proses yang akhirnya akan menghasilkan protein. Protein-protein yang dihasilkan kemudian akan membentuk virus-virus baru.

Gambar 1A Struktur Virus HIV

Gambar 1B Daur hidup HIV

STEPHEN JOHNSON SYNDROME

Mungkin belum banyak di antara kita yang mengenal penyakit ini. Stephen Johnson Syndrome (SJS)-diambil dari nama penemunya --. Namanya memang bagus. Penyakit yang biasanya disebabkan oleh reaksi alergi terhadap obat-obatan, virus atau bakteri ini memang perlu diwaspadai. 


Ketika mendapat pengobatan dari dokter, sering kali kita tidak terlalu mempedulikan jenis obat apa yang diberikan kepada kita. Sebagai pasien, kita hanya menyerahkan sepenuhnya kepada dokter tindakan pengobatan yang akan dilakukan. Sering kali pula dokter tidak melakukan dialog dengan pasien mengenai sejarah kesehatan si pasien. Ini dapat mengakibatkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya adalah alergi terhadap obat-obatan tertentu yang mengakibatkan terjadinya Stephen Johnson syndrome.

Stephen Johnson syndrome merupakan reaksi alergi terhadap obat-obatan atau terhadap infeksi virus atau bakterri. SJS ini menimbulkan luka pada kulit terutama pada bagian tungkai dan lengan bawah, mulut (disebabkan berkurangnya selaput lender di mulut), usus, kornea, alat kelamin dan saluran kencing. Biasanya gejala ini disertai pula dengan demam yang tinggi.

Rabu, 20 Januari 2010

Virus


?Virus
Virus influenza, dilihat dengan mikroskop elektron
Virus influenza, dilihat dengan mikroskop elektron
Klasifikasi virus
Kelas:
I–VII
Kelas
I: Virus dsDNA
II: Virus ssDNA
III: Virus dsRNA
IV: Virus (+)ssRNA
V: Virus (−)ssRNA
VI: Virus ssRNA-RT
VII: Virus dsDNA-RT
Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Dalam sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein,lipid,Glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus menyandi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.
Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel Eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau FAG digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel Prokariota(bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).
Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus Flu burung, atau tanaman (misalnyaVirus mozaik tembakau/TMV).


Vaksin HIV anti-AIDS Ditemukan




(nydailynews.com)
INILAH.COM, Bangkok - Untuk pertama kalinya di dunia, para ahli medis akhirnya menemukan vaksin anti-AIDS. Meski hanya percobaan, vaksin itu terbukti mencegah infeksi virus HIV. Benarkah dunia kedokteran telah memasuki era baru?
“Inilah bukti pertama kami bisa menciptakan vaksin yang efektif dan prefentif,” kata Kolonel Jerome Kim dari Angkatan Darat AS yang mensponsori riset vaksin tersebut. “Hasil ini membuat kami bersemangat untuk terus mengembangkan vaksin AIDS. Inilah jerih payah kami selama ini,” lanjutnya seperti dikutip AP, Kamis (24/9) kemarin.
Hasil tersebut diperoleh setelah dilakukan sebuah percobaan berskala terbesar di dunia. Eksperimen di Thailand itu melibatkan 16 ribu sukarelawan dan 31% di antaranya mencegah penularan virus HIV, setelah diberi vaksin. Memang, hasilnya belum begitu besar namun para ahli mendapatkan sebuah optimisme baru dalam memerangi AIDS.
Kelompok periset vaksin AIDS lainnya, Vaccine Advocacy Coalition, ikut gembira dengan temuan tersebut. Direktur Eksekutifnya, Mitchell Warren, menyatakan dunia kedokteran telah memasuki sebuah tonggak sejarah yang baru. Meski demikian, ia sadar banyak yang harus dilakukan para ahli untuk membuat vaksin yang sepenuhnya sukses.